Kesal dengar Tangisan, Bapak Muda Usia 18 Tahun di Empat Lawang Bunuh Bayi Kandung

Kesal dengar Tangisan, Bapak Muda Usia 18 Tahun di Empat Lawang Bunuh Bayi Kandung

BOGOR TODAY – Aksi kejam dilakukan seorang bapak kandung yang tega mencekik dan membanting bayi berusia 1,5 bulan hingga tewas di Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan.

Diketahui identitas pelaku penganiayaan yaitu bernama Firdaus, bapak muda berusia 18 tahun warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Lintang Kanan, Empat Lawang. Dia kini sudah ditahan polisi.

Pelaku sempat kabur ke kebun usai membunuh anaknya. Dia ditangkap setelah dilakukan pengejaran. Hal itu dikatakan Kapolsek Lintang Kanan Iptu S Silalahi.

“Firdaus ini sempat kabur ke kebun. Kami kejar bersama aparat desa dan warga dan berhasil ditangkap. Pelaku kini akan kami serahkan ke Satreskrim Polres Empat Lawang,” katanya, Senin (20/5/2024).

Menurutnya, peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Kamis (16/5/2024). Polisi yang menerima laporan langsung mendatang TKP untuk penyelidikan hingga penangkapan pelaku.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Saat ini pelaku Firdaus masih diperiksa intensif Unit PPA untuk menentukan pasal yang akan dipakai untuk menjeratnya. Demikian dikatakan Reskrim Polres Empat Lawang AKP Alpian.

“Pelaku masih kami periksa dan sedang didalami terkait tindak pidananya. Pasalnya terkait apa (apakah penganiayaan 351 KUHP, UU Perlindungan Anak atau UU KDRT),” ucapnya.

Diketahui, selain membunuh anak kandung dengan cara dibanting, pelaku juga melakukan KDRT kepada istrinya Septi (17).

Kejadian ini sempat menghebohkan Empat Lawang. Berawal saat pelaku Firdaus tidak tahan dengan bayinya yang terus menangis. Ibu korban atau istrinya lalu meminta pelaku untuk menggendong anaknya, tetapi ditolak.

Selanjutnya ibu korban marah namun langsung ditampar pelaku. Dia kemudian pergi ke sungai meminta bantuan kepada masyarakat sekitar untuk diantar ke Desa Muara Danau. Sesampai di Muara Danau, Septi meminta agar anaknya diambilkan dari Desa Batu Ampar.

BACA JUGA :  Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak agar Makeup Tahan Lama dan Tidak Mudah Luntur

Namun, saat ia sampai di sana, mereka menemukan tubuh anak tersebut sudah lebam diduga dianiaya pelaku. Melihat kondisi bayi yang sudah lemas, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Muara Pinang, tetapi ditolak dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Empat lawang di Tebing Tinggi.

Namun, sayangnya dalam perjalanan anak tersebut meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa pulang dan dimakamkan di Desa Lesung Batu pada pukul 18.30 WIB.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================