
Luthfi menyebutkan, hingga Senin (3/6/2024), ada satu korban tewas berinisial (AS). Hasil penyelidikannya setelah dilakukan kerjasama dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.
“Kami telah melakukan serangkaian tindakan penyelidikan, berupa pemeriksaan saksi-saksi yang saat ini berjumlah 5 orang dan memang ada kendala saat pemeriksaan saksi-saksi yang mana masih mengalami sakit dan tidak bisa kami ambil keterangannya,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengambil sampel uji sisa makanan dan muntahan serta membawanya ke laboratorium untuk mengetahui penyebab atau bakteri pada makanan tersebut.
Selain itu, pihaknya telah melakukan beberapa pemeriksaan termasuk kepada keluarga korban meninggal dunia. Akan tetapi korban meninggal dunia dan pihak keluarga enggan melaksanakan otopsi.
“Namun demikian, kami tetap melaksanakan penyelidikan sehingga kami bisa memperoleh informasi atau kesimpulan yang tepat terkait peristiwa ini. Apakah ada unsur kelalaian atau murni karena musibah. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” pungkasya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















