Basuh Anting Upaya Turunkan Stunting di Kota Bogor

Untuk itu di tahun 2024 perlu kerja ekstra dua kali lipat dengan optimalisasi program inovasi yang ada diantaranya adalah dengan Pemkot PentingLur (intervensi anak stunting dengan memberikan protein dari telur) dan Basuh Anting.

“Dengan begitu berarti upaya kita harus lebih, dua kali bikin inovasinya, dua kali bantuannya untuk anak-anak stunting ini. Jadi semua dua kali, waktu kita tahun ini tinggal 6 bulan. Kemudian nanti di bulan Agustus dari hasil yang ada kita valuasi lagi,” ujar Syarifah yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Bogor.

Pengentasan stunting ini lanjut Syarifah sangat penting dilakukan sejak dini, sebab setiap anak memiliki waktu dua tahun dalam masa tumbuh kembang untuk bisa lepas dari stunting.

BACA JUGA :  Deklarasi Maju Cakadin Kota Bogor, Arwinsyah Putra Komit Bawa Kadin Bersatu dan Inklusif

“Jadi itu upaya yang akan kita lakukan. Tidak hanya semata-mata karena mengejar target. InsyaAllah ketika semua turun maka Kota Bogor akan menyambut bonus demografi dengan anak-anak yang tumbuh dan kembang serta kualitas yang baik,” kata Syarifah.

Ditegaskan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas S. Rasmana menjelaskan setiap perangkat daerah memiliki lima tugas pokok dalam menjalankan program basuh anting, yaitu memastikan anak stunting dan resiko stunting memiliki administrasi kependudukan, BPJS Kesehatan (Akses pelayanan kesehatan), melakukan pengecekan kondisi rumah (RTLH/tidak), mencarikan donatur untuk turut serta melakukan intervensi melalui makanan tambahan atau perbaikan rumah (ventilasi/sanitas dan sebagainya), melakukan sosialisasi dan edukasi, serta melakukan koordinasi apa yang dibutuhkan dalam upaya mengentaskan stunting kepada perangkat daerah terkait.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

“Jadi nanti untuk perangkat daerah mengecek kondisi rumahnya bagaimana ventilasinya, sanitasinya kemudian apakah dalam satu rumah itu ada perokok, bagaimana pola asuhnya konsumsi makanan nya dan sebagainya, kemudian bisa dicarikan donatur atau koordinasi dengan kami atau dengan dinas terkait langsung,” ucap Anas.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================