BOGOR-TODAY.COM – Puluhan orang tua siswa mendatangi SMPN 3 Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk mempertanyakan nasib anak-anak mereka yang telah lolos melalui pendaftaran online namun ditolak saat melakukan pendaftaran ulang.
Mereka protes karena anak-anak yang telah diterima melalui sistem online mengklaim telah membayar sejumlah uang kepada operator.
“Saya sudah membayar lunas dan diterima di sistem online, tetapi ditolak pada pengumuman yang ditempel oleh pihak sekolah,” ujar salah satu wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyatakan telah menerima laporan dan akan menyelidiki kasus ini untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
“Laporannya sudah kami terima, pelakunya adalah operator yang menerima sejumlah uang untuk meloloskan nama-nama siswa. Kami sedang memeriksa semuanya untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Bambang Tawekal.
Bambang menegaskan bahwa Dinas Pendidikan telah mengambil tindakan terhadap kecurangan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMPN 3 Citeureup.
Ia mengingatkan semua pihak untuk bekerja sesuai aturan dan tanggung jawab yang ada, serta menegaskan bahwa tidak akan ada lagi kecurangan, karena sanksi tegas akan diberikan.. (Cr2)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















