
“Bukan lagi gagal panen, karena lahan pertanian warga terdampak pasca bencana alam 4 tahun yang lalu. Nah saat ini baru terjawab dengan menyisihkan anggran dari dana desa, APBD maupun APBDes,” Ungkap Apih Ujang sapaan akrab Ujang Ruhyadi.
Apih Ujang menyampaikan, bahwa mayoritas masyarakat diwilayahnya itu berprofesi sebagai petani, sehingga di tahun 2024 ini Program Dana Desa hasil dari usulan warga baik melalui Musdus maupun Musdes melaksanakan skala prioritas untuk lahan pertanian.
“Selain ladang sawah, dan perkebunan, buah buahan dan lain sebagainya, mereka juga sebagian memiliki ladang cengkeh seperti yang tadi kita lihat mereka saat ini sedang panen cengkeh. Karena mayoritas penduduk di desa ini petani,” katanya.
Apih Ujang menambah, Selain untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat petani padi. Nantinya, pemanfaatan sumberdaya air melalui program pipanisasi tersebut juga dapat mendorong masyarakat dalam membudidayakan ikan.
“Tentunya ada beberapa sektor yang dapat bermanfaat, nanti perikanan bisa ikut serta dan di kembangkan pemberdayaannya. Sisa dari kebutuhan untuk menjawab ke sawah. Kami juga sudah persiapkan beberpa kelompok pemberdayaan dari masyarakat maupun petani dan pemuda untuk bisa melakukan pemberdayaan di perikanan sesuai kebutuhan,” katanya.
Meski begitu, Apih Ujang berharap dengan keterbatasan anggaran yang ada di desa dapat tercover baik itu oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat maupun Pemerintah Pusat.,
“Harapan dari pemerintah desa, kami sudah melaksanakan atau suatu kewajiban menganggarkan dari APBD, APBDes, BHPRD maupun Dana Desa ataupun bantuan keuangan daerah seperti samisade itu keterbatasan anggaran,” katanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















