
BOGORTODAY.COM – Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bogor, Selasa (23/7/20024).
Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan penolakan terhadap program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dinilai memberatkan dan tidak berpihak kepada kepentingan buruh.
Diketahui, pemberlakuan iuran Tapera telah menimbulkan kritik dari masyarakat, khususnya dari kalangan pekerja atau buruh. Selain itu, dunia usaha juga menolak program ini karena mereka harus menanggung sebagian dari iuran.
Koordinator aksi, Mujimin, menyatakan bahwa para buruh dalam aksi ini menuntut Pj Bupati Bogor untuk bersama-sama menolak program Tapera yang menurut mereka menyusahkan masyarakat buruh.
Selain menolak Tapera, para buruh juga menuntut pencabutan undang-undang omnibus law karena dianggap merugikan generasi mendatang dengan menghilangkan status pekerja tetap.
Tuntutan lainnya, lanjut Mujimin, adalah penutupan situs judi online karena mereka prihatin dengan masyarakat yang terjebak dalam judi online.
“Kuncinya adalah mematikan situs-situs tersebut, itu akan menghentikan segala aktivitas para pelaku judi online,” tegas Mujimin.
Selain itu, menurut Mujimin, massa juga menuntut ketegasan dalam pengaturan impor yang merugikan, karena kemudahan dan pengurangan pajak impor membuat produk-produk lokal tersaingi.
Mujimin juga menyebutkan bahwa mereka meminta kepastian atas kesepakatan yang telah dibuat mengenai pembentukan satgas untuk mencari informasi tentang upah dan sekretariat bersama (sekber) yang belum ada tindak lanjutnya.
“Terkait dengan sekber yang beberapa hari lalu pernah dikatakan oleh Pj Bupati, hingga saat ini tidak ada kelanjutannya sama sekali,” tambahnya. (cr2)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















