BOGORTODAY.COM – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mulai mengembangkan bisnis baru, sebagai upaya untuk bertahan setelah tidak lagi diberikan bantuan keuangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Melalui Kujang Fresh, Perumda PPJ siap menyediakan kebutuhan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor dan karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor.
Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin menuturkan, upaya bertahan Perumda PPJ Kota Bogor dilakukan dengan cara membangun bisnis baru melalui Kujang Fresh, sehingga tidak mengandalkan dari sewa los dan kios.
“Tentunya bisnis baru ini akan membantu keuangan PPJ dan juga mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Bisnis baru yang akan dibuka bisnis beras yang akan dijalankan,” ungkap Jenal, Senin (29/7/2024).
Jenal mengatakan, pihaknya telah melakukan MoU dengan Perumda Pasar Jaya dan Bank Indonesia untuk membantu mengembangkan usaha ini.
“Permulaan usaha melalui Kujang Fresh ini nantinya akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan beras pegawai BUMD dan ASN di Kota Bogor. Tentunya saya berharap ini mampu meningkatkan laba perusahaan,” ujarnya.
Jenal menjelaskan, selain mengembangkan bisnis melalui Kujang Fresh, Perumda PPJ akan berusaha untuk menjaga keberlanjutan program yang telah dijalankan.
“Baik yang telah dilakukan oleh direksi sebelumnya maupun yang sedang berjalan saat ini. Keberlanjutan ini juga sebagai upaya agar perusahaan terus berkembang secara konsisten. Kami lakukan evaluasi kami monitoring, yang baiknya kami lanjutkan kemudian yang sudah selesai kami tingkatkan programnya untuk yang lebih baik,” jelasnya.
“Dengan langkah tersebut, alhamdulillah dari tahun 2019 kemarin sampai sekarang, perusahaan ini ada laba yang diberikan sebesar 55 persen untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor,” tambah Jenal.
Menurutnya, produk pertama Kujang Fresh memenuhi kebutuhan dasar selama pandemi Covid-19, dan kemudian, setelah kembali ke keadaan normal, perusahaan sekarang fokus untuk memenuhi kebutuhan beras.
“Semoga bisa berjalan lancar dan tentunya dimulai untuk BUMD dan ASN dahulu, kemudian bisa ke masyarakat,” ungkapnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















