
Shafira sempat mengira, suami dan terduga pelaku pergi dengan motor sendiri-sendiri. Namun, saat sang suami menyalakan motor, pria tidak dikenal itu minta dibonceng dan menitipkan motornya di warung seblak.
Tidak berselang lama, datang lagi seorang laki-laki tidak dikenal yakni terduga pelaku kedua. Ia datang mengambil motor yang ditinggal pelaku pertama. Laki-laki itu mengaku sebagai kakak dari pelaku pertama.
“Karena merasa menjadi korban penipuan, korban menelpon suaminya,” jelas Musihram.
Di sambungan telepon itu, sang suami mengatakan bahwa dirinya baru saja diturunkan di pinggir sawah di daerah Kesambenwetan. Terduga pelaku menunjuk satu rumah yang diakui miliknya. Suami korban dipaksa turun dan motor digondol.
“Korban sudah membuat laporan di Polsek Driyorejo. Dugaan sementara pelaku berjumlah dua orang. Saat ini anggota masih proses penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan menangkapnya,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















