Modus Borong Dagangan, Penjual Seblak di Gresik Jadi Korban Begal Motor

Ilustrasi maling motor

BOGORTODAY.COM – Polisi menerima laporan adanya pembegalan motor yang dialami Safira, penjual makanan seblak di Desa Kesamben Wetan, Driyorejo, Gresik. Modusnya, pelaku memborong dagangan korban. Kejadian itu kini telah dilaporkan ke polisi.

Kapolsek Driyorejo AKP Musihram membenarlan adanya peristiwa begal motor milik penjual seblak tersebut.

“Iya benar, sudah terima laporan. Peristiwa itu Sabtu (27/7) kemarin,” katanya, pada Senin (29/7/2024).

Dari informasi yang dihimpun, saat itu sekitar pukul 22.00 WIB, korban bersama suaminya sedang menjaga lapak Seblak miliknya. Tak berselang lama, datang seorang pria tak dikenal untuk membeli dagangannya.

“Jadi korban ini didatangi seorang laki-laki mengendarai sepeda motor, bilangnya mau membeli seblak dengan jumlah banyak untuk hari Minggu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Korban yang mendapatkan orderan tersebut, semringah dan meminta uang muka sebesar 50 persen. Namun, pelaku berdalih tidak membawa uang cash sehingga mengajak suami korban untuk ikut ke rumah mengambil uang DP.

“Kepada korban pelaku mengaku sebagai warga sekitar yang rumahnya tidak jauh dari lokasi tempat jualan tersebut. Suami korban pun mengiyakan ajakan terduga pelaku untuk mengambil uang ke rumahnya,” beber Musihram.

Shafira sempat mengira, suami dan terduga pelaku pergi dengan motor sendiri-sendiri. Namun, saat sang suami menyalakan motor, pria tidak dikenal itu minta dibonceng dan menitipkan motornya di warung seblak.

Tidak berselang lama, datang lagi seorang laki-laki tidak dikenal yakni terduga pelaku kedua. Ia datang mengambil motor yang ditinggal pelaku pertama. Laki-laki itu mengaku sebagai kakak dari pelaku pertama.

BACA JUGA :  Resep Bolu Gula Merah Kukus Tanpa Telur, Lembut, Manis, dan Mekar Sempurna

“Karena merasa menjadi korban penipuan, korban menelpon suaminya,” jelas Musihram.

Di sambungan telepon itu, sang suami mengatakan bahwa dirinya baru saja diturunkan di pinggir sawah di daerah Kesambenwetan. Terduga pelaku menunjuk satu rumah yang diakui miliknya. Suami korban dipaksa turun dan motor digondol.

“Korban sudah membuat laporan di Polsek Driyorejo. Dugaan sementara pelaku berjumlah dua orang. Saat ini anggota masih proses penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan menangkapnya,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================