
“Fasilitas untuk customer, saat hujan ya harus misbar, kerimis bubar” ucap Abah Ipong.
Pengembangan fasilitas sudah seharusnya dilakukan secara cepat. Inilah yang diungkapkan oleh Tutur Sutikno, bahwa ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi penurunan pendapatan dan pengembangan fasilitas.
“Saya rasa perlu mengkaji ulang ukuran kios dan jika perlu memperbesar ruang yang tersedia, agar bisa memenuhi kebutuhan pedagang dan pelanggan” ucap Tutur Sutikno.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengenal Rest Area Gunung Mas, harusnya dilakukan promosi secara terus menurus, bisa dengan mengadakan event setiap minggunya atau memberikan pelatihan kepada para pedagang untuk menjangkau pasar mereka” sambungnya kembali.
Pedagang juga menjelaskan bahwa perlu adanya komunikasi yang erat antar pengelola setempat, supaya pedagang merasa didengar dan diperhatikan.
“Pengelola sama pedagang jangan ada jarak, harus bisa komunikasi maunya pedagang seperti apa, kebijakannya seperti apa” ucap Pak Ujang, Jumat (19/7).
Masalah yang terjadi pasca relokasi, membuat para pedagang hanya bisa menunggu kebijakan yang tepat dari pemerintah dan pihak pengelola setempat.
Disinilah Tutur Sutikno menegaskan perlu adanya kolaborasi dan komunikasi yang baik, untuk meningkatkan kesejahteraaan para pedagang.
“Saya yakin dengan berkolaborasi dan komunikasi baik, kita bisa menemukan solusi yang terbaik, tidak hanya menata wilayah Puncak, tapi juga meningkatkan kesejahteraan pedagang” ucap Tutur Sutikno, Jumat (19/7).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















