
Sebelum mencalonkan diri sebagai wali kota Bogor, Rena menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor. Saat ini ia berstatus non aktif. Sebelum duduk di jabatan tersebut, Rena sebelumnya pernah menjadi camat dan lurah.
“Dari dulu sejak saya menjabat sebagai lurah, saya selalu mengajak masyarakat, pemimpin itu harus terbuka dengan kritikan, pemimpin itu harus mau mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Karena itu, sampai detik ini kenapa mereka kenal sama saya, sayang sama saya, karena saya selalu terbuka dengan segala macam kritik dan pengaduan. Dan itu sudah saya lakukan sejak saya bertugas sebagai lurah di Kota Bogor,” tandas dia.
Berbekal pengalaman sebagai lurah serta camat tersebut, Rena mengaku, sangat memahami permasalahan yang dialami masyarakat. Rena pun diketahui gemar blusukan sehingga dapat berdialog langsung dengan warga.
“Saya akan konsisten dengan apa yang sudah saya mulai. Hingga saat ini saya suka blusukan, saya tahu persis permasalahan apa yang terjadi di masyarakat. Tidak hanya mendengar dari laporan staf di bawah, tapi saya langsung turun, langsung tanya, dan berdialog dengan warga apa permasalahannya dan kita cari solusi bersama. Insya Allah semua bisa tertangani. Saya yakin dan optimis, setiap permasalahan akan ada jalan keluarnya,” jelas dia.
Ditambahkan Rena, ia tak ingin menjanjikan hal yang muluk. Yang jelas dirinya akan senantiasa konsisten bekerja untuk masyarakat Kota Bogor.
“Saya tidak akan menawarkan janji yang muluk-muluk untuk bisa saya tepati. Tapi yang jelas bukti proposal saya bahwa saya selama ini sudah bekerja dan saya akan konsisten lakukan itu untuk masyarakat,” katanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















