
“(Jumlah penyerang) Ada 30-an orang lebih, semua yang masuk sini bawa sajam (senjata tajam). Celurit ada, panjang-panjang,” sambungnya
“Suryono kena bagian belakang. (Adi) Kena di dada sama leher. Dia (Adi) sedang di situ (di tepi jalan) lihat kok ada ramai-ramai, terus lari, tiba-tiba sampai sini (teras). Lari sampai depan pintu, pertama (dibacok) dari belakang kena leher, terus jatuh (dibacok) kena dada. Luka parah yang dada,” kata Aryo.
Menurut Aryo, Adi saat itu bermaksud mendorong teman-temannya yang berada di teras agar masuk ke dalam rumah. Sebab, mereka tidak mengetahui permasalahan tawuran itu.
“Saya nggak tahu masalahe (tawuran). Saya ini korban salah sasaran. Kejadian jam 2 (dini hari), di sini pas main game. Almarhum itu dorong-dorong anak-anak biar masuk duluan,” ujar Aryo.
Para pelaku juga merusak satu truk tronton yang diparkir. Truk tronton yang masih baru itu dipecah kaca sampingnya dan lampunya.
“Saya jam 02.45 WIB ditelepon, terus ke sana sudah ramai. Truk tronton kaca pecah dan lampu,” ujar Muslimin (52) si pengemudi truk tronton.
Sekitar pukul 16.26 WIB, jenazah Adi Gunawan yang baru tiba dari RSUD Muntilan langsung disalatkan di masjid setempat kemudian dimakamkan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















