
Bambang menjelaskan, upaya ini diharapkan bisa membantu Indonesia menyongsong visinya yakni Indonesia Emas 2045 utamanya dalam sektor kehutanan. Seminar ini diikuti sebanyak 300 orang peserta yang hadir secara offline dan 1.000 orang peserta hadir secara online (daring).
“Para peserta berasal dari berbagai kalangan, meliputi perguruan tinggi, mahasiswa, peneliti, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, LSM Nasional dan Internasional, swasta, BUMN, BUMD, media, kelompok masyarakat dan Kementerian LHK,” jelasnya.
Bambang membeberkan, kemudian bagaimana menjamin sustainability atau pembangun keberlanjutan. Menjaga proses fungsi alami dan produktivitas hutan. Ketika mampu menjamin keberlanjutan sumber daya hutan ini.
“Kami ingin potensi Sumber Daya Alam (SDA) kehutanan sudah jelas di kelola seluruh stakeholder dan berdampak pada masyarakat karena itu perlu produktivitas. Keberlanjutan ditandai dengan masyarakat bekerja di kawasan hutan punya akses legal dan diperlukan peningkatan kapasitas SDM juga perlu didukung pasca usahanya. Jadi produktif hutan meningkat, fungsi tetap ada dan produktivitas dijaga, lalu tinggal ditingkatkan kesejahteraan masyarakat nya,” bebernya.
Karena itu masih kata Bambang, masyarakat juga yang menentukan keberlangsungan hutan. Sumbang pemikiran dari pihaknya ini, agar pemerintah segera melakukan perencanaan integrasi semua sektor.
“Tentunya jaminan keberlanjutan inj selalu ada di proyek strategis nasional, kami menata kelola pembangunan. Kami akan jaga dan kelola bersama,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















