
Tradisi kuno yang melekat dalam mindset masayarakat bahwa, berkoalisi tentunya tidak ada makan siang gratis alias kudu bayar, namun hal itu bukan lagi mainan partai NasDem. Kang AW menjamin, Partai NasDem tidak akan sepeserpun meminta mahar atau membandrol biaya administratif untuk memberikan rekomendasi hingga B1KWK.
“NasDem bukan partai pemburu rente dalam urusan pilkada ini. Kedua, bagi NasDem figur pasangan yang akan diberikan B1KWK untuk tampil dalam ajang kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor 2024, harus siap mewakafkan dirinya dan memberikan kemaslahatan serta ikhtiar yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” pinta Kang AW.
“Kalau ada yang mengklaim, bahwa Partai NasDem bisa dibayar atau hanya akan memberikan B1KWK dengan alasan transaksional dan mengabaikan substansi amanah untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Bogor, saya pastikan itu hoax,” tegasnya.
Dagelan isu hingga pemberitaan munculnya pasangan Jaro Ade – Burhanudin untuk mengikuti kontestasi pemilihan bupati Bogor 2024, menjadi gorengan para pencari suaka politik. Poros yang dibentuk Partai NasDem, PKS dan Partai Golkar hanya memunculkan nama Jaro Ade dan Ustadz Agus Salim.
“Nama yang sudah mengerucut untuk calon bupati dan wakil Bogor yakni, Jaro Ade dan Kang Ustadz Agus Salim sebagai kandidat Cawabup yang diusung oleh PKS. NasDem amat menghargai kedua nama itu sebagai prioritas pasangan meskipun NasDem sendiri belum menyampaikan nama lainnya,” kata Kang AW.
“Jadi, jika Kang Burhan ingin kita perbincangkan dalam obrolan kita, datang saja ke NasDem, kalau itu bisa dilakukan, baru nanti kita perbincangkan namanya di poros tolak kotak kosong ini,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














