
Dengan kata lain hukum hanya keras ke bawah dan tumpul ke atas, atau bahasa gaulnya, hukum bisa diatur wani piro?
Sedang kondisi ekonomi juga belum merata, menurut Prof. Antonio Syafii ada 1 % orang kaya Indonesia menguasai hampir 48 % kekayaan bangsa Indonesia, weleh-weleh.
Makanya di satu sisi banyak orang kaya yang tajir melintir, jika belanja dan berobat ke luar negeri, punya banyak perusahaan, mengkoleksi mobil mewah, berlian dan barang mewah yang lain.
Sementara di sisi lain, banyak saudara kita yang kurang beruntung, sehingga terpaksa menjadi pengamen, badut, manusia silver dan pengemis di pinggir jalan.
Dengan kondisi seperti ini, maka sering dan banyak mahasiswa dan masyarakat yang demo menuntut kesejahteraan dan keadilan kepada pemerintah atau dengan kata lain banyaknya terjadi tuntutan.
Makna merdeka yang ke 3 juga begitu, kita selama ini belum mandiri atau tergantung kepada negara lain.
Meski kita negara agraris yang subur dan kaya SDA, tapi faktanya kita masih import beras, daging, buah-buahan, dan BBM ironis kan?
Ayo saatnya bagaimanapun juga kau tetap Indonesiaku, meski matahari terbit dari barat kau tetap Indonesiaku, kata penyanyi legendaris Gombloh.
Artinya yang sudah baik dari bangsa Indonesia kita hargai dan kita apresiasi, sedang yang masih kurang baik dari bangsa Indonesia kita perbaiki bersama-sama demi kemajuan dan kejayaan NKRI.
Selamat Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, Merdeka, Merdeka, Merdeka. Jayalah Indonesiaku. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















