
Sehingga Atang menilai bahwa keberagaman jangan diintervensi melalui kebijakan yang diskriminatif, apalagi yang justru melawan ajaran agama seperti aturan seragam paskibraka nasional beberapa waktu lalu.
Sebaliknya, kebijakan harus mampu mengakomodir dan menghormati perbedaan, dan menyatukannya dalam semangat kebangsaan.
“Keberagaman harus menjadi kekuatan sebagai bangsa. Bhinneka Tunggal Ika. Kebersamaan dalam keberagaman ini harus kita jaga bersama,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















