
Sementara, Ketua PFI Bogor, Andi M Ridwan mengatakan, ribuan foto foto FMP dari masa ke masa ini, dikurasi dari periode 2016 sampai dengan pertengahan 2024. Melalui pameran foto ini, warga bisa bernostalgia, berkenang kenangan dari banyaknya moment dan cerita yang tercipta sepanjang 9 tahun berjalannya Festival Merah Putih yang hadir di tengah-tengah masyarakat Bogor.
Andi menilai, fotografi memiliki kemampuan untuk menggerakkan emosi dalam menyampaikan pesan. Bagaimana semangat merah putih telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Bogor.
Diharapkan melalui foto-foto ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dan semua lapisan masyarakat untuk merenungkan pentingnya menjaga dan memelihara persatuan di tengah keberagaman bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga ini dapat menjadi arsip visual bahwa Bogor punya cerita tentang persatuan dan kesatuannya, kekompakan, keguyubannya, keragamannya, kebhinekaannya, semangat nasionalismenya, yang itu semua menjadi historikal Bogor yang unik dan menarik yang perlu dijaga dan dipertahankan,” harapnya.
“Foto yang dipamerkan ini, merekam semua hal yang ada dalam Festival Merah Putih agar generasi mendatang bisa melihat kembali apa yang dilakukan di waktu yang telah berlalu. Lihatlah momennya bukan hanya gambarnya. Biar foto yang berbicara. Inilah pesan yang ingin disampaikan dari Bogor untuk Indonesia,” tambahnya.
Selain pameran foto, akan diadakan juga workshop fotografi tentang Citizen Journalism selama dua hari di Mal BTM lantai 3 pada tanggal 24-25 Agustus 2024. Workshop ini gratis dan terbuka untuk umum serta pelajar. Untuk informasi bisa dilihat di akun media sosial festival merah putih official.***
MFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















