
Warung kerekan ini memiliki 19 menu makanan dan minuman dengan harga Rp.5000 hingga Rp.18000. Selain warung kerekan, di lokasi yang sama juga ada berbagai penjual kuliner lainnya. Di sekitar bibir Sungai Cidepit misalnya, tersedia cafe ala Gerobak Sae Pisan yang diberi nama ‘Cafe Sigaricis Ibu Wiwi’ yang menawarkan view landscape sungai dari atas balkon.
Ketua RW 02 Kelurahan Panaragan, Nana Sukarna menyampaikan bahwa masyarakat di Kampung Mantarena Lebak sangat antusias dengan hadirnya Gerobak Sae Pisan yang berdampak langsung pada sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
“Untuk keberlanjutan pondasi yang sudah dibangun kami warga juga dilibatkan dalam Gerobak Sae Pisan Mantarena ini, kami mengenakan rompi yang juga ikut serta dalam membina membantu mensosialisasi mengedukasi warga. Dengan ini lingkungan terjaga, ekonomi keluarga meningkat,” ucapnya.
Kadisperumkim Kota Bogor, Rr Juniarti Estiningsih, mengatakan Gerobak Sae Pisan di Mantarena ini merupakan pilot project dalam penanganan kawasan kumuh. Sebab lanjutnya, penanganan kawasan kumuh hanya dilakukan oleh Disperumkim. Melalui Gerobak Sae Pisan ini ada kolaborasi eksternal Pemkot Bogor dan internal dengan keikutsertaan 18 perangkat daerah.
“Melalui Gerobak Sae Pisan diharapkan juga nantinya ada pencegahan kawasan kumuh sehingga kita memberikan suatu penguatan sosial ekonomi dan sosial pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















