
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut ayat 64)
Ketiga, Rasul SAW hidup layaknya musafir. Prinsip kesederhanaan yang diajarkan oleh Rosul adalah menjalani hidup layaknya seorang pengembara. Hal ini sesuai hadist berikut:
“Apalah artinya dunia ini bagiku? Apa urusanku dengan dunia? Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon. Ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)
Keempat, Rasul SAW merasa tenteram dengan rezeki hari Ini. Rasul SAW selalu menerapkan sikap tidak pernah khawatir dengan sesuatu yang akan beliau makan di hari esok. Rasul SAW juga mengajarkan untuk senantiasa bersyukur dengan segala sesuatu yang didapatkan hari ini. Ia bersabda:
“Siapa di antara kalian yang berada di waktu pagi dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Ibnu Majah)
Jadi hikmah dari kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia adalah agar umat Khatolik hidup sederhana seperti yang sudah dicontohkan oleh Paus Fransiskus. Dan umat muslim juga harus hidup sederhana seperti juga yang sudah dicontohkan oleh Rasul SAW. Indahnya hidup bertoleransi dan berdampingan di Indonesia. Jayalah Indonesiaku.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















