Kasus DBD di Kabupaten Bogor Menurun Drastis Imbas Kemarau Panjang

Kemarau panjang
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana. Foto : Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COM – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bogor, Jawa Barat berdampak signifikan terhadap penurunan kasus demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, sebelumnya kasus DBD pada periode Januari-Juni terbilang cukup tinggi.

Data menunjukkan jumlah kasus DBD di Kabupaten Bogor pada awal tahun mengalami lonjakan, dengan rincian: Januari 256 kasus, Februari 313 kasus, Maret 561 kasus, April 408 kasus, Mei 394 kasus, dan Juni 407 kasus.

BACA JUGA :  Setelah Dicopot dari Kepala BGN, Ini Rincian Harta Kekayaan Dadan Hindayana

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, mengungkapkan bahwa mulai Juli terjadi penurunan kasus DBD.

“Pada bulan Juli, kasus DBD menurun menjadi 201 kasus, sedangkan pada Agustus tercatat 178 kasus,” jelasnya.

Adang menjelaskan bahwa penurunan kasus ini disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan.

“Saat kemarau, jumlah kasus DBD turun drastis. Awal tahun, kasusnya meningkat karena hujan, namun saat kemarau sebulan lebih, kasus DBD turun lebih dari 50 persen,” ujarnya.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Ia menambahkan bahwa pengurangan genangan air akibat kemarau menjadi faktor utama penurunan jumlah kasus, karena genangan tersebut merupakan tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Genangan air mengering saat kemarau,” tambahnya.

Meskipun kasus DBD menurun, Adang tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, karena selain genangan air, lingkungan yang kotor juga bisa menjadi sarang nyamuk. (cr2)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================