SEMAKIN JAUH INDONESIA DARI DEMOKRASI PANCASILA

Sila ke 2 Kemanusiaan yang adil dan beradab, harusnya kita menghargai nilai-nilai kemanusiaan atau menghormati Hak Asasi Manusia (HAM), tapi nyatanya masih banyak kasus HAM yang belum terungkap dengan jelas sampai sekarang. Seperti kasus penculikan 13 aktivis, kasus Marsinah, kasus Munir, kasus Kanjuruhan, kasus KM 50.

Sila ke 3 Persatuan Indonesia, harusnya persatuan demi NKRI itu lebih penting dari pada kepentingan Parpol, suku, daerah, golongan, komunitas, club dan sekolah. Tapi nyatanya terjadi beda pendapat bahkan tawuran karena beda Parpol, suku, daerah, golongan, komunitas, club dan sekolah.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Bangga, Panda Pertama Indonesia Lahir di Kabupaten Bogor

Sila ke 4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, harusnya para pemimpin bangsa itu orangnya merakyat, bijaksana dan negarawan, tapi nyatanya banyak pemimpin baik itu legislatif, eksekutif dan yudikatif yang bertolak dari ketiga karakter tersebut. Sementara masyarakat kita semakin pragmatis dalam hidup sehari-hari.

Sila ke 5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, harusnya Indonesia itu rakyatnya makmur, sejahtera, dan berkeadilan sosial, tapi nyatanya baru sedikit yang merasakan hal tersebut. Masih banyak saudara kita yang belum beruntung, sehingga untuk menyambung hidup terpaksa menjadi pengamen, pengemis, badut di pinggir jalan.

BACA JUGA :  Warkop Rasa Coffee Shop Hadir di Dramaga, Menu Mulai Rp 5.000

Ayo  belum terlambat untuk mengamalkan sila-sila Pancasila, sehingga secara otomatis kita kembali ke demokrasi Pancasila. Jayalah Indonesiaku.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================