BOGORTODAY.COM – Jasad seorang bocah yang terseret arus di Pantai Kemiren, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap ditemukan tim sar gabungan. Jasad yang ditemukan adalah Mukti (12) adik dari Zidan (17) yang juga hilang terseret arus.
Jasad Mukti ditemukan pagi tadi pada pukul 05.45 WIB. Hal itu dikatakan Kepala Basarnas Cilacap, M Abdullah.
Dari informasi yang dihimpun, berawal dari masyarakat yang sedang beraktivitas bahwa terlihat jenazah mengapung di sekitar Perairan Kemiren.
“Selanjutnya tim langsung menuju ke lokasi dan benar bahwa jenazah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia” lanjut dia.
Ia mengungkapkan jasad Mukti ditemukan berjarak sekitar setengah kilometer dari awal dilaporkan hilang.
“Kurang lebih 400 meter ke arah selatan dari lokasi kejadian,” terangnya.
Setelah dibawa kerumah duka, keluarga mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut merupakan Mukti, bocah yang terseret ombak di Pantai Kemiren pada Jumat (20/09).
“Dengan telah ditemukannya satu korban, kemudian tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian sang kakak bernama Zidan,” jelasnya.
Adapun rencana operasi SAR selanjutnya tim SAR gabungan dibagi menjadi 5 SRU diantaranya melakukan penyisiran dipermukaan air menggunakan RIB seluas 4NM.
“Penyisiran menggunakan LCR seluas 2 NM, penyisiran menggunakan perahu katir relawan kemiren seluas 2 NM, dan penyisiran darat sejauh 3 km ke arah selatan dan 2 km ke arah utara dengan berjalan kaki,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua remaja asal Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, dilaporkan hilang terseret arus saat bermain di Pantai Kemiren, Kabupaten Cilacap. Keduanya merupakan Kakak-Adik.
Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah menjelaskan pihaknya mendapat laporan adanya dua orang terseret arus pada sore tadi.
“Telah terjadi kondisi membahayakan manusia (kmm) dua orang anak terseret ombak hingga ke tengah laut sekitar pukul 17.15 WIB,” kata Abdullah dalam siaran persnya, Jumat (20/9).
Dari keterangan saksi, kejadian bermula dari lima orang anak sedang bermain di sekitar Pantai Kemiren. Tiba-tiba ombak besar datang menyeret Mukti (12).
“Kakaknya bernama Zidan berusaha menolong namun tidak terselamatkan. Sehingga keduanya ikut terseret ombak,” terangnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















