Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
PENGERTIAN dari Komunitas Belajar (Kombel) adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan stakeholders lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah di mana mereka berpartisipasi aktif.
Kombel juga merupakan salah satu bentuk pengimplementasian dari Kurikulum Merdeka. Dimana, sekelompok Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) belajar bersama dan berkolaborasi secara terjadwal serta berkelanjutan.
Ya kata kuncinya keren, yaitu belajar bersama dan berkolaborasi secara terjadwal serta berkelanjutan. Bukan hangat-hangat kuku ayam, diawal semangat gas pol tapi ditengah melempen kayak krupuk yang kena air dan akhirnya ambyar, kata Didi Kempot.
Kombel diharapkan punya tujuan yang jelas, singkat, mudah dan terukur, yakni untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak positif pada hasil belajar murid. Bukan program yang banyak jumlahnya tapi tidak terealisasi, karena tidak realistis dan hanya omon-omon saja.
Beberapa dampak positif dari diselenggarakannya Kombel adalah seperti, mengubah budaya kerja terisolasi (sendiri-sendiri) menjadi budaya yang kolaboratif, sehingga kualitas pembelajaran di sekolah dapat merata.
Juga dapat meringankan beban kerja guru dan membuat guru tidak harus melakukan semua pekerjaan sendirian. Guru dapat bertukar ide, berbagi informasi, hingga sumber daya dengan guru lainnya.
Ada contoh optimalisasi Kombel pada program strategis Kemendikbudristek. Yaitu strategi penguatan literasi melalui Komunitas Belajar dalam Sekolah dan Antar Sekolah. Praktik pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) di Kombel dalam dan antar sekolah. Kombel untuk akselerasi IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka).
Untuk Kombel dalam sekolah, memiliki 5 tahap persiapan. Pertama, pembentukan tim kecil, Kedua, sosialisasi kombel dan pengimbasan pemulihan serta transformasi pembelajaran melalui penguatan literasi, Ketiga, telaah data literasi murid di satpen, Keempat, penyepakatan komitmen bersama dan tata nilai belajar di kombel, Kelima, memasukkan jam efektif belajar di kombel dalam sekolah.
Ayo kita dukung Kombel sesuai fungsi dan kemampuan kita masing-masing. Kombel ini program yang bagus dari Kemendikbudristek, karena sesuai dengan sifat khas bangsa Indonesia, yaitu kolaborasi, kebersamaan, berbagi, kekeluargaan dan semangat gotong royong. Jayalah Indonesiaku.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















