
Selain memberikan efek samping yang dapat mengganggu kesehatanorgan tubuh lainnya, konsumsi obat juga hanya bersifat mengurangi gejala untuk sementara.
Menurt Widi, komunikasi dua arah dengan anak hiperaktif, harus selalu diutamakan. Komunikasi dua arah yang harus diterapkan sebaiknya bersifat tanya jawab dan bukan memerintah.
Anak hiperaktif itu unik. Memberikan perintah kepada anak hiperaktif harus disertai dengan penjelasan logis dan proses tanya jawab. “Biasanya, kebanyakan orang tua yang sudah menyadari bahwa anaknya seorang yang hiperaktif, menyalurkan kelebihan energi yang ada pada anak dengan olahraga.
Biasanya yang sangat cocok dengan kondisi tersebut adalah renang. Renang yang pada awalnya hanya sebagai terapi, kemudian akan menjadi kesibukan baru. Karena itu, pahami bagaimana minat anak hiperaktif, kemudian salurkan energinya sesuai dengan hobi anak tersebut.” tutup Widi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















