
“Validasi data Tuberkulosis merupakan langkah krusial dalam upaya eliminasi penyakit ini. Data yang akurat dan terkini menjadi fondasi bagi perencanaan program, pemantauan, dan evaluasi yang efektif. Dengan data yang valid, kita bisa mengidentifikasi daerah-daerah yang memiliki prevalensi tinggi, kelompok usia yang paling rentan, dan faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyebaran TB. Data yang akurat memungkinkan kita untuk mengukur keberhasilan program-program yang telah berjalan dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki,” bebernya.
Tenaga kesehatan pelayanan Tuberkulosis RS Bina Husada, Erni menyampaikan, pelayanan pasien Tuberkulosis di rumah sakit dilakukan dengan strategi Directly Observed Treatment Short Course (DOTS). Pelaksanaan strategi DOTS ini merupakan salah satu upaya penting dalam menanggulangi Tuberkulosis di Kabupaten Bogor.
“Terkait DOTS dilakukan oleh dua tim mulai dari pengecekan Tes Cepat Molekuler (TCM), pemeriksaan torak hingga pengawas obat oleh Pengawas Menelan Obat (PMO). Tujuannya mencapai angka kesembuhan yang tinggi, mencegah putus berobat, mengatasi efek samping obat jika timbul dan mencegah resistensi,” tegasnya. (* / Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














