
Perdagangan dan Ekonomi
Perdagangan menjadi tulang punggung ekonomi Sriwijaya. Kerajaan ini mengendalikan jalur perdagangan strategis di Selat Malaka dan memperdagangkan barang-barang seperti rempah-rempah, sutra, dan keramik.
Sriwijaya juga membangun armada laut yang kuat untuk melindungi jalur perdagangan dan mengontrol perairan di sekitarnya.
Kekayaan yang diperoleh dari perdagangan memungkinkan Sriwijaya untuk membangun infrastruktur, termasuk pelabuhan dan pusat-pusat perdagangan yang ramai. Beberapa pelabuhan terkenal pada masa itu antara lain Palembang, Jambi, dan Bangka.
Kemunduran dan Warisan
Meskipun Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya, kerajaan ini mulai mengalami kemunduran pada abad ke-13. Penyebabnya termasuk serangan dari kerajaan lain, seperti Majapahit, dan perubahan rute perdagangan internasional. Kerajaan ini perlahan-lahan kehilangan pengaruhnya dan akhirnya runtuh pada abad ke-14.
Meskipun demikian, warisan Sriwijaya tetap hidup dalam sejarah dan budaya Indonesia. Banyak peninggalan arkeologis, seperti Candi Muara Jambi dan prasasti-prasasti, memberikan bukti nyata akan kejayaan kerajaan ini. Selain itu, pengaruh budaya Sriwijaya masih dapat dilihat dalam tradisi dan praktik keagamaan masyarakat di Sumatra dan sekitarnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















