
Kapolres menjelaskan bahwa nama geng tersebut bersumber dari nama kampung dan tidak terafiliasi dengan geng motor manapun.
“Ini hanya kelompok dari dua wilayah atau perkampungan yang berbeda, bukan geng motor,” tambahnya.
FMS, pelajar kelas 1 SMK asal Kampung Cijengkol, Kecamatan Caringin, tewas setelah mengalami luka bacok di bagian punggung dalam aksi duel tersebut. Peristiwa ini memicu reaksi luas di masyarakat, yang mengecam tindakan kekerasan di kalangan remaja.
Tragedi ini menjadi peringatan akan bahaya dan dampak buruk dari budaya kekerasan yang dapat muncul dari tantangan di media sosial.
Pihak kepolisian menghimbau kepada orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka di dunia maya agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















