
BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berhasil meraih penghargaan Penyelenggaraan Air Minum Aman dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Banyuwangi terpilih sebagai salah satu dari tiga besar peraih penghargaan di antara 541 kabupaten/kota se-Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, kepada Pj Sekda Banyuwangi, Guntur Priambodo, pada Sabtu, 12 Oktober 2024, di Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Guntur mengungkapkan rasa syukur dan menekankan pentingnya penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas air minum yang aman bagi masyarakat.
“Alhamdulillah Banyuwangi mendapatkan penghargaan Penyelenggaraan Air Minum Aman. Ini memotivasi kami untuk terus menjaga ketersediaan sumber mata air bersih,” ujarnya, Rabu (16/10/2024).
Kementerian PUPR memberikan apresiasi kepada Banyuwangi karena dinilai menunjukkan komitmen yang kuat dalam mencapai akses air minum yang aman melalui prinsip 3K: Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas.
Pemkab Banyuwangi telah melakukan berbagai upaya untuk menyediakan akses air bersih bagi masyarakat, termasuk bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM).
Di tahun 2024, Banyuwangi berhasil memasang 1.027 sambungan rumah air bersih gratis di 10 desa, sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan air minum yang berkualitas.
“SR air bersih ini bertujuan agar masyarakat mudah mendapatkan layanan air minum serta sanitasi yang baik,” tambah Guntur.
Banyuwangi memiliki 348 sumber mata air yang tersebar di berbagai wilayah, yang memenuhi kebutuhan air bersih penduduk yang diperkirakan mencapai 257 juta liter per hari. Pemkab juga menggelar Festival Mentari (Menjaga Mata Air) setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya merawat sumber mata air.
“Merawat sumber mata air menjadi keharusan agar keberlangsungannya terus terjaga. Kami juga melibatkan masyarakat dalam upaya ini,” kata Guntur.
Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Abdurrahman, menjelaskan bahwa penilaian untuk penghargaan ini dilakukan melalui proses administrasi dan penilaian lapangan.
Tim penilai dari Kementerian PUPR mengunjungi Banyuwangi untuk mengecek langsung kondisi sumber mata air dan instalasi air, serta melakukan wawancara dengan warga mengenai kualitas dan kontinuitas aliran air.
“Penilaian dilakukan dengan wawancara pada warga tentang kualitas air yang dikonsumsinya, kontinuitas aliran air, dan tekanan air yang mengalir ke rumah,” pungkas Abdurrahman.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















