Tekad Rena Da Frina Selamatkan Pasar Bogor dari Pembongkaran

BOGORTODAY.COM – Suasana hangat tampak ketika calon Wali Kota Bogor, Rena Da Frina berdialog dengan sejumlah pedagang di Pasar Bogor yang mencurahkan kekhawatiran mereka mengenai masa depan pasar tradisional ini.

Menurut Rena, Pasar Bogor adalah bagian penting dari hidup mereka, bahkan turun-temurun. Kekhawatiran utama yang disuarakan adalah rencana pembongkaran pasar yang telah lama dibicarakan.

“Mereka sangat khawatir pasar ini dibongkar, mengingat nasib mereka akan terancam,” ungkap Rena usai berbincang dengan para pedagang, Kamis (17/10/2024).

“Saya mendengar keluhan terkait pendapatan mereka yang menurun drastis setelah bagian depan pasar ditutup setahun setengah lalu,” tambahnya.

Rena menjelaskan, meskipun penutupan tersebut belum sampai pada pembongkaran, namun hal ini telah berdampak signifikan terhadap kondisi bisnis para pedagang di bagian belakang.

Kekhawatiran para pedagang pun membuat Rena menegaskan tekadnya untuk mempertahankan Pasar Bogor setelah ia terpilih sebagai wali kota.

“Saya tidak akan membongkar Pasar Bogor. Menata dan merapikannya tentu diperlukan, tapi tidak untuk menghancurkan tempat yang menjadi sumber kehidupan pedagang ini,” tegasnya.

BACA JUGA :  ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota, Momentum Hari Lahir Pancasila Perkuat Peran Desa

Isu perpindahan pedagang ke Pasar Sukasari atau Pasar Jambu Dua yang sempat dilontarkan pemerintah juga menjadi sorotan. Namun, bagi para pedagang, pindah ke tempat baru bukanlah solusi yang menjanjikan.

Biaya untuk kios di lokasi baru bisa mencapai ratusan juta, meskipun pemerintah menawarkan keringanan, ketidakpastian mengenai prospek usaha di lokasi baru membuat mereka enggan untuk pindah.

Dalam kesempatan itu juga, beberapa pedagang menyerahkan dokumen perjanjian kepemilikan kios mereka kepada Rena, berharap ia bisa membantu memperjelas status hukum mereka.

“Saya sudah menerima dokumen ini, dan akan saya pelajari lebih lanjut dengan tim hukum,” ujar Rena.

Blusukan Rena ke Pasar Bogor ini tidak hanya sekadar mendengar aspirasi, tetapi juga menjadi momen penting bagi para pedagang untuk menyuarakan harapan sederhana mereka.

Sementara itu, H. Abas, Ketua Forum Silaturahmi Pedagang Pasar Bogor, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan pasar tradisional yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bogor.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Berdiri sejak tahun 1620 pada masa penjajahan Belanda, Pasar Bogor bukan hanya sekadar tempat bertransaksi, pasar Bogor merupakan bagian dari sejarah dan identitas budaya kota ini.

Pasar Bogor ini adalah pasar UMKM dan pasar tradisional tertua. Kami percaya bahwa pasar ini seharusnya dilindungi sebagai cagar budaya,” ungkap Abas.

Bagi Abas menekankan bahwa keberadaan Pasar Bogor memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor.

“Adanya pasar ini tidak merugikan, bahkan menguntungkan pemerintah. Para pedagang juga tidak membebankan kepada pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap, apabila Rena Da Frina, terpilih sebagai wali kota, dapat mendengarkan suara pedagang dan memastikan keberlangsungan Pasar Bogor.

“Kami hanya ingin berjualan dengan tenang dan nyaman di tempat yang sudah kami bangun dari generasi ke generasi. Kalau alasannya soal kerapihan kota, kami yakin masih ada cara lain tanpa harus membongkar pasar ini,” tuntasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================