
“Walaupun program ini telah berjalan dengan baik, berdasarkan hasil evaluasi dari Kelurahan Cilendek Barat, kita masih dihadapkan pada tantangan untuk menjangkau seluruh anak yang terdampak stunting di wilayah ini,” ucap Hery.
Hery juga berharap kepada Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang akan secara rutin mendistribusikan bantuan telur setiap minggu dan memantau perkembangan anak-anak setiap hari, untuk melaporkan hasil pendampingannya setiap awal bulan.
“Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga dapat menciptakan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Bogor,” ungkap Hery.
Perwakilan DKM At-Taqwa, Pomo Jatmiko, mengatakan bahwa selain memakmurkan masjid, ada fungsi sosial dari DKM yang juga harus dijalankan. Pencanangan pencegahan stunting ini adalah salah satunya.
“Oleh karena itu, kami merasa bertanggung jawab ketika di Cilendek Barat ini masih ada kasus stunting. Dananya dari mana? Tentu dari infak dan sedekah para jamaah,” ujar Pomo.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















