
Menurut Ambar, mi yang dikonsumsi siswa adalah mi goreng yang dijual oleh pedagang keliling.
“Mi tersebut dibuat dari mi kering yang dipanaskan dengan air dan ditaburi bumbu. Sampel sudah kami kirimkan ke laboratorium Dinas Kesehatan Klaten,” ujarnya.
Ambar juga mengimbau kepada para pedagang untuk menjaga kebersihan dan higienis makanan yang mereka jual, baik dari segi bahan maupun penyajian.
“Kami sudah rutin melakukan sosialisasi dan inspeksi untuk memastikan pedagang menaati standar kebersihan, terutama di daerah yang banyak sekolah tanpa kantin,” pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam memilih jajanan, terutama bagi anak-anak yang masih rentan terhadap masalah kesehatan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















