9 Siswa MI di Klaten Diduga Keracunan Jajanan Mi

BORTODAY.COM – Sebanyak sembilan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, dilarikan ke Puskesmas Polanharjo setelah diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi mi yang dijual oleh pedagang keliling. Kejadian ini berlangsung pada Kamis (24/10/2024) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolsek Polanharjo, AKP Abdillah, menjelaskan bahwa para siswa merasakan mual dan muntah setelah membeli dan mengonsumsi jajanan mi saat istirahat. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

“Di Puskesmas, dilakukan observasi dan perawatan selama sekitar setengah jam. Kondisi mereka langsung membaik sehingga diperbolehkan pulang,” ungkap Abdillah.

Setelah insiden tersebut, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Puskesmas untuk mencari pedagang yang menjual mi tersebut. Tim mengamankan sampel mi dari lokasi kejadian untuk diperiksa lebih lanjut.

BACA JUGA :  Kepribadian Seseorang Bisa Terlihat dari Cuaca Favoritnya, Benarkah?

“Kami sudah mengamankan sampel mi dan akan melakukan pemeriksaan laboratorium di Dinas Kesehatan Kabupaten,” imbuh Abdillah.

Kepala Puskesmas Polanharjo, dokter Ambar Retnoningsih, menambahkan bahwa sembilan siswa yang dirawat telah menunjukkan perkembangan positif dan langsung diperbolehkan pulang.

“Gejala utama yang dialami mereka adalah mual dan muntah. Setelah dirawat, kondisinya membaik,” kata Ambar.

Menurut Ambar, mi yang dikonsumsi siswa adalah mi goreng yang dijual oleh pedagang keliling.

Mi tersebut dibuat dari mi kering yang dipanaskan dengan air dan ditaburi bumbu. Sampel sudah kami kirimkan ke laboratorium Dinas Kesehatan Klaten,” ujarnya.

BACA JUGA :  Benarkah Alergi Orang Tua Pasti Menurun ke Anak? Ini Penjelasan Dokter

Ambar juga mengimbau kepada para pedagang untuk menjaga kebersihan dan higienis makanan yang mereka jual, baik dari segi bahan maupun penyajian.

“Kami sudah rutin melakukan sosialisasi dan inspeksi untuk memastikan pedagang menaati standar kebersihan, terutama di daerah yang banyak sekolah tanpa kantin,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam memilih jajanan, terutama bagi anak-anak yang masih rentan terhadap masalah kesehatan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================