
Jenis Ikan dengan Kadar Merkuri Rendah
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, ada sejumlah ikan yang memiliki kandungan merkuri rendah dan relatif aman untuk dikonsumsi, bahkan bagi ibu hamil dan anak-anak, selama dikonsumsi dalam jumlah moderat. Ikan-ikan ini dapat dikonsumsi dua hingga tiga kali seminggu tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.
Beberapa jenis ikan dengan kandungan merkuri rendah yang direkomendasikan antara lain:
- Ikan teri
- Ikan lele
- Kerang
- Kepiting
- Udang karang
- Ikan kerapu (Atlantik)
- Ikan flounder
- Ikan haddock
- Ikan hake
- Ikan haring
- Ikan tenggiri (Atlantik Utara, Chub)
- Ikan belanak
- Ikan tiram
- Ikan perch
- Ikan pollock
- Ikan salmon
- Ikan sarden
- Kerang panjang
- Udang
- Ikan sol
- Cumi-cumi
- Ikan nila
- Ikan trout
- Ikan putih
Jenis Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi
Sementara itu, ada beberapa jenis ikan yang dikenal memiliki kadar merkuri sangat tinggi dan sebaiknya dihindari, terutama oleh wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Ikan-ikan ini sering kali merupakan predator besar yang hidup lama dan berada di puncak rantai makanan laut, sehingga lebih banyak mengakumulasi merkuri dari mangsanya.
Jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi dan perlu dihindari antara lain:
- King mackerel
- Marlin
- Orange Roughy
- Hiu
- Swordfish
- Tilefish (dari Teluk Meksiko)
- Tuna (Bigeye, Ahi)
Tips Mengurangi Paparan Merkuri
Untuk meminimalkan paparan merkuri, ada beberapa langkah yang bisa diambil dalam memilih dan mengonsumsi ikan:
- Pilih ikan dengan ukuran lebih kecil: Ikan yang lebih kecil cenderung mengandung lebih sedikit merkuri dibandingkan dengan ikan predator besar.
- Konsumsi ikan dengan kadar merkuri rendah: Seperti yang telah disebutkan, ikan-ikan seperti salmon, sarden, dan ikan lele adalah pilihan yang lebih aman.
- Kurangi konsumsi ikan predator besar: Batasi konsumsi ikan seperti tuna, marlin, dan hiu, yang cenderung mengandung merkuri lebih tinggi.
- Diversifikasi sumber protein: Selain ikan, Anda juga bisa mendapatkan protein dari sumber lain seperti ayam, tempe, tahu, dan produk susu yang lebih rendah risiko merkuri.
Ikan tetap menjadi pilihan makanan yang sangat baik untuk tubuh, namun penting untuk selektif dalam memilih jenis ikan untuk menghindari paparan merkuri yang berbahaya.
Meskipun tidak semua ikan mengandung merkuri dalam jumlah berbahaya, sangat disarankan untuk mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri rendah dan menghindari ikan predator besar yang memiliki risiko lebih tinggi.
Dengan melakukan pemilihan yang bijak, Anda dapat menikmati manfaat ikan tanpa mengorbankan kesehatan keluarga, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















