Bahaya Merkuri dalam Ikan dan Cara Memilih yang Aman untuk Kesehatan

Ikan

BOGORTODAY.COM Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang kaya manfaat bagi tubuh. Selain mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung, ikan juga menjadi sumber vitamin dan mineral penting.

Namun, meski memiliki banyak manfaat, beberapa jenis ikan dapat mengandung merkuri yang berbahaya bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang.

 Apa itu Merkuri dan Bagaimana Bisa Masuk ke Dalam Ikan?

Merkuri adalah logam berat yang ditemukan secara alami di udara, air, dan tanah. Senyawa ini bisa dilepaskan ke lingkungan melalui berbagai sumber, termasuk proses industri seperti pembakaran batu bara, serta peristiwa alam seperti letusan gunung berapi.

Merkuri yang masuk ke dalam perairan kemudian dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dalam bentuk metilmerkuri, yang merupakan bentuk merkuri organik yang sangat beracun bagi manusia.

Senyawa metilmerkuri ini sangat berbahaya karena dapat terkumpul dalam tubuh ikan, hewan laut lainnya, dan manusia. Semakin besar ukuran ikan dan semakin lama umur ikan tersebut, semakin tinggi pula kemungkinan kandungan merkuri di dalam tubuhnya.

 Risiko Paparan Merkuri Bagi Kesehatan

Paparan merkuri dalam jumlah kecil pada umumnya tidak langsung menimbulkan masalah kesehatan. Namun, pada tingkat paparan yang lebih tinggi, terutama bagi janin, bayi, dan anak-anak, merkuri dapat menimbulkan dampak serius.

Salah satu efek paling berbahaya adalah gangguan pada sistem saraf pusat, yang dapat mengganggu perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.

Beberapa efek kesehatan yang bisa timbul akibat keracunan metilmerkuri antara lain:

  • Gangguan perkembangan otak dan saraf pada bayi dan anak-anak.
  • Penurunan kemampuan belajar dan berpikir.
  • Kerusakan ginjal dan otak pada orang dewasa.
  • Masalah mental dan gangguan motorik, seperti kelumpuhan.
  • Gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Pertumbuhan yang terhambat dan ukuran kepala yang lebih kecil dari rata-rata.
BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

Ibu hamil dan menyusui sangat dianjurkan untuk berhati-hati dalam memilih jenis ikan yang akan dikonsumsi, karena paparan merkuri dapat mempengaruhi perkembangan janin dan bayi yang masih dalam masa pertumbuhan.

Jenis Ikan dengan Kadar Merkuri Rendah

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, ada sejumlah ikan yang memiliki kandungan merkuri rendah dan relatif aman untuk dikonsumsi, bahkan bagi ibu hamil dan anak-anak, selama dikonsumsi dalam jumlah moderat. Ikan-ikan ini dapat dikonsumsi dua hingga tiga kali seminggu tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

Beberapa jenis ikan dengan kandungan merkuri rendah yang direkomendasikan antara lain:

 Jenis Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi

Sementara itu, ada beberapa jenis ikan yang dikenal memiliki kadar merkuri sangat tinggi dan sebaiknya dihindari, terutama oleh wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Ikan-ikan ini sering kali merupakan predator besar yang hidup lama dan berada di puncak rantai makanan laut, sehingga lebih banyak mengakumulasi merkuri dari mangsanya.

BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi dan perlu dihindari antara lain:

  • King mackerel
  • Marlin
  • Orange Roughy
  • Hiu
  • Swordfish
  • Tilefish (dari Teluk Meksiko)
  • Tuna (Bigeye, Ahi)

 Tips Mengurangi Paparan Merkuri

Untuk meminimalkan paparan merkuri, ada beberapa langkah yang bisa diambil dalam memilih dan mengonsumsi ikan:

  1. Pilih ikan dengan ukuran lebih kecil: Ikan yang lebih kecil cenderung mengandung lebih sedikit merkuri dibandingkan dengan ikan predator besar.
  2. Konsumsi ikan dengan kadar merkuri rendah: Seperti yang telah disebutkan, ikan-ikan seperti salmon, sarden, dan ikan lele adalah pilihan yang lebih aman.
  3. Kurangi konsumsi ikan predator besar: Batasi konsumsi ikan seperti tuna, marlin, dan hiu, yang cenderung mengandung merkuri lebih tinggi.
  4. Diversifikasi sumber protein: Selain ikan, Anda juga bisa mendapatkan protein dari sumber lain seperti ayam, tempe, tahu, dan produk susu yang lebih rendah risiko merkuri.

Ikan tetap menjadi pilihan makanan yang sangat baik untuk tubuh, namun penting untuk selektif dalam memilih jenis ikan untuk menghindari paparan merkuri yang berbahaya.

Meskipun tidak semua ikan mengandung merkuri dalam jumlah berbahaya, sangat disarankan untuk mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri rendah dan menghindari ikan predator besar yang memiliki risiko lebih tinggi.

Dengan melakukan pemilihan yang bijak, Anda dapat menikmati manfaat ikan tanpa mengorbankan kesehatan keluarga, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================