Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanis Ganggu Aktivitas Warga di Sumatera Barat

Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanis Ganggu Aktivitas Warga di Sumatera Barat

BOGORTODAY.COM Gunung Marapi yang terletak di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi pada Rabu pagi, 6 November 2024. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 05:44 WIB tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan berlangsung selama 4 menit 35 detik.

Namun, tingginya kolom abu vulkanis yang muncul tidak dapat teramati karena tertutup oleh awan tebal.

Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api Marapi Bukittinggi menyebutkan bahwa meskipun tinggi kolom abu tidak terlihat, dampak erupsi berupa hujan abu vulkanis telah mulai dirasakan di sejumlah daerah sekitar kaki gunung, termasuk di Bukit Batabuah, Kabupaten Agam.

Eri, salah satu anggota Kelompok Siaga Bencana, melaporkan bahwa hujan abu tersebut cukup mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

“Ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama yang berkegiatan di luar ruangan. Kami mengimbau kepada warga agar berhati-hati dan waspada,” ujar Eri.

Pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi protokol keselamatan, seperti menggunakan masker, pelindung kulit, dan pelindung mata saat beraktivitas di luar rumah untuk menghindari dampak buruk dari abu vulkanis yang dapat membahayakan kesehatan.

Menurut laporan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berdasarkan SIGMET yang diterbitkan pada pukul 06:35 WIB, sebaran abu vulkanis diperkirakan mencapai ketinggian hingga 15.000 kaki di atas permukaan laut dan bergerak ke arah timur dengan kecepatan sekitar 5 knot. Meskipun sebaran abu ini cukup luas, intensitasnya diperkirakan tidak berubah dalam waktu dekat.

BACA JUGA :  Charger Ponsel Dibiarkan Tercolok Terus di Stopkontak, Amankah? Ini Penjelasannya

Selain itu, pihak berwenang memastikan bahwa berdasarkan peta sebaran abu vulkanik yang ada, belum ada laporan tentang bandara yang terdampak langsung oleh erupsi tersebut.

Meski demikian, masyarakat di sekitar Gunung Marapi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya lanjutan, mengingat sifat erupsi gunung ini yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Pihak terkait, termasuk Pos Pengamatan Gunung Api Marapi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus memantau perkembangan aktivitas gunung berapi ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat untuk mencegah risiko yang lebih besar.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================