Kebakaran Hebat di Cirebon: Anak Diduga Sengaja Bakar Rumah Orang Tua, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

ilustrasi kebakaran

BOGORTODAY.COM – Sebuah peristiwa kebakaran hebat mengguncang perkampungan padat penduduk di Kabupaten Cirebon, pada Selasa (5/11/2024). Kebakaran ini diduga disebabkan oleh tindakan nekat seorang anak yang sengaja membakar kasur di dalam rumah, yang kemudian dengan cepat menyambar ke seluruh bagian rumah.

Rumah yang terbakar tersebut milik Junaedi, warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Kebakaran terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dan dengan cepat membesar, mengakibatkan kobaran api yang tampak jelas dari luar rumah.

Api dengan cepat menjalar ke hampir seluruh bagian rumah, membuat warga sekitar panik dan berusaha menyelamatkan diri serta barang berharga mereka.

Bahkan, saksi mata melaporkan terdengar suara ledakan dari dalam rumah yang terbakar, menambah kekhawatiran warga setempat.

Haris, salah seorang warga Desa Gombang yang menyaksikan kejadian tersebut, menjelaskan bahwa kebakaran dipicu oleh tindakan anak pemilik rumah yang diduga sengaja membakar kasur di dalam kamar.

“Setahu saya, api berasal dari anaknya pemilik rumah yang membakar kasur di dalam kamar. Penyebab pasti kenapa dibakar saya kurang tahu,” ujar Haris.

Begitu mendapat laporan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kabupaten Cirebon segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Tiga unit armada damkar diterjunkan untuk memadamkan kobaran api yang cukup besar.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Genjot Potensi Daerah, Perikanan dan Peternakan Jadi Motor Ekonomi Rakyat

Tim damkar bekerja keras selama hampir satu jam untuk mengendalikan dan memadamkan api yang mulai merambat ke rumah-rumah sekitar.

Meskipun api berhasil dipadamkan sebelum menyebar lebih jauh, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Rumah Junaedi mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian, dan kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Depok, AKP Affandi, mengonfirmasi bahwa dugaan sementara kebakaran ini disebabkan oleh tindakan anak pemilik rumah yang merasa kesal dan emosi. Menurut keterangan polisi, pelaku yang berinisial RJ sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Depok.

“Dugaan sementara pelaku merasa sakit hati dengan orang tuanya dan sengaja membakar rumah karena emosi,” ujarnya.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa RJ, yang sudah menikah dan memiliki anak, belum memiliki pekerjaan tetap. Ia sebelumnya sempat meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan sepeda motor, namun permintaannya tersebut tidak dapat dipenuhi.

Hal ini diduga menjadi salah satu pemicu emosi pelaku yang akhirnya melampiaskan amarahnya dengan membakar rumah orang tuanya.

Menurut keterangan orang tua pelaku, RJ dikenal sebagai sosok yang manja dan tidak bekerja, meskipun sudah berkeluarga dan memiliki anak yang sedang dirawat.

BACA JUGA :  Orang Tua Wajib Tahu, Ini Jarak Aman Anak Menonton TV dan Dampaknya bagi Kesehatan Mata

Orang tuanya menyatakan bahwa anaknya sering merasa kurang diperhatikan, yang mungkin menjadi faktor pemicu tindakan ekstrem tersebut.

Syukur, meskipun kebakaran berlangsung sangat cepat dan melibatkan banyak bagian rumah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Namun, kerugian material diperkirakan sangat besar, mencapai ratusan juta rupiah, karena hampir seluruh bagian rumah Junaedi terbakar. Beberapa barang berharga milik keluarga juga turut musnah dalam kobaran api.

Saat ini, pelaku yang merupakan anak dari pemilik rumah sudah diamankan dan masih dalam pemeriksaan kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut mengenai penyebab pasti dari kejadian tersebut dan memastikan agar tindakan hukum sesuai dilakukan terhadap pelaku.

Sementara itu, keluarga Junaedi yang menjadi korban kebakaran harus menghadapi kenyataan pahit dan mulai berusaha membangun kembali rumah mereka yang hampir hancur.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga hubungan keluarga yang harmonis serta pentingnya kontrol emosional agar kejadian serupa tidak terulang. Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran yang dapat muncul akibat perasaan marah atau frustrasi yang tidak terkendali.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================