
Sejumlah laporan menyebutkan hujan abu yang terjadi cukup tebal, memaksa masyarakat untuk menggunakan masker atau penutup hidung-mulut guna menghindari bahaya bagi sistem pernapasan.
Pihak berwenang juga mengingatkan akan potensi terjadinya banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, terutama jika hujan deras terjadi. Banjir lahar bisa terjadi akibat meluapnya material vulkanik yang terbawa oleh air hujan, yang dapat menyebabkan kerusakan pada pemukiman dan infrastruktur di sekitarnya.
Pemerintah setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau agar seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, terutama jika mereka berada dalam radius yang direkomendasikan.
Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu disarankan untuk tetap berada di dalam rumah dan menutup semua ventilasi agar abu tidak masuk. Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta untuk mengenakan masker atau kain penutup hidung dan mulut.
Selain itu, pihak berwenang juga memperingatkan agar warga mewaspadai perubahan cuaca yang dapat meningkatkan ancaman bencana, terutama jika erupsi berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi.
Kondisi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang masih dalam status Awas ini menuntut kewaspadaan tinggi dari semua pihak untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut. Setiap perkembangan erupsi akan terus dipantau dan masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi terbaru dari otoritas terkait.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















