
Salah satu korban yang selamat, Rofikar Tarigan (18), menceritakan bahwa saat itu ia keluar rumah untuk membeli rokok dan tiba-tiba melihat keramaian di kampungnya. Rofikar pun segera berlari ke rumah neneknya untuk menghindari serangan.
“Awalnya saya keluar untuk beli rokok, tapi melihat ada keramaian yang masuk ke kampung, saya langsung lari ke rumah nenek,” kata Rofikar pada Sabtu (9/11).
Peristiwa ini memunculkan ketegangan di masyarakat, mengingat jumlah pelaku yang terlibat sangat banyak dan melibatkan anggota TNI.
Pihak Polisi Militer (Pomdam) telah menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mendalami lebih lanjut kejadian tersebut.
Pihak Polisi Militer segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan menyelidiki lebih dalam tentang siapa yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.
Pihak TNI sendiri sudah mengonfirmasi bahwa mereka akan mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas oknum yang terbukti bersalah.
Kolonel Dody menegaskan bahwa segala tindakan yang merugikan masyarakat tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Insiden ini mengundang banyak kecaman dari masyarakat setempat yang merasa kecewa dengan tindakan kekerasan yang melibatkan oknum anggota TNI. Banyak yang berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan agar proses hukum berjalan transparan dan adil.
Pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Raden Barus ini menambah deretan panjang peristiwa kekerasan yang melibatkan oknum aparat di Indonesia.
TNI telah mengambil langkah-langkah untuk menyelidiki insiden ini, namun kasus ini tetap memerlukan perhatian serius agar keadilan bagi korban dan keluarga dapat tercapai.
Pihak berwenang berkomitmen untuk mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dan memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














