
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat bencana alam ini cukup signifikan, dengan total kerusakan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 40 juta.
Namun, berkat kerja sama antara warga, Koramil, Polsek, dan pihak terkait lainnya, proses pembersihan puing-puing rumah dan perbaikan sementara telah dilakukan.
“Warga, bersama dengan pihak terkait, sudah bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang rusak dan melakukan upaya perbaikan sementara,” tambah Joko Raharto.
Pihak BPBD Lamongan dan aparat kecamatan masih akan melanjutkan proses asesmen untuk mendata kerusakan lebih lanjut dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga yang terdampak.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan deras disertai angin kencang yang dapat terjadi kapan saja.
BPBD Lamongan juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengikuti peringatan dini dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan tetap waspada terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.
Badan penanggulangan bencana daerah juga terus memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana serta langkah-langkah yang perlu diambil jika cuaca buruk melanda.
Bencana hujan dan angin kencang yang terjadi pada Sabtu (9/11/2024) di Kabupaten Lamongan telah menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah dan infrastruktur lainnya di empat kecamatan.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan material yang ditimbulkan cukup signifikan. Proses pemulihan terus dilakukan dengan bantuan berbagai pihak, dan diharapkan ke depannya masyarakat lebih siap dan waspada menghadapi potensi bencana serupa.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















