
“Setiap pemimpin pasti punya kekurangan, tetapi kita tidak bisa mengabaikan jasa besar Soeharto dalam membangun Indonesia. Ini adalah bagian dari sejarah yang harus kita akui dan hargai,” tegasnya.
“Gus Dur adalah sosok yang sangat dihormati, tidak hanya oleh umat Islam tetapi oleh seluruh rakyat Indonesia. Dedikasinya terhadap demokrasi, keadilan, dan keberagaman patut dihargai. Beliau juga layak mendapatkan gelar pahlawan nasional,” imbuhnya.
Tinton Soeprapto berharap bahwa usulan pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto dan Gus Dur bisa segera terealisasi.
“Kami dari YAPETA, yang merupakan bagian dari sejarah TNI, akan terus mendukung langkah ini. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para tokoh yang telah berjuang dan membangun negeri ini,” ungkap Tinton.
Hal senada dikatakan tokoh generasi penerus para pendiri PETA, termasuk sejarawan Rusdhi Husen yang turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya mengenang perjuangan PETA dan kontribusinya terhadap pembentukan TNI.
“PETA adalah cikal bakal TNI, dan banyak tokoh PETA yang akhirnya menjadi pahlawan nasional, seperti Soekarno, Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Soepriyadi, dan tentu saja Soeharto. Mengusulkan gelar pahlawan bagi Soeharto adalah langkah yang tepat untuk menghargai kontribusi besar beliau terhadap bangsa ini,” pungkas Rushdi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















