Warga Kecewa, Kepala Desa Kampung Baru Jombang Gadaikan Ambulans untuk Lunasi Utang Pribadi

Warga Kecewa, Kepala Desa Kampung Baru Jombang Gadaikan Ambulans untuk Lunasi Utang Pribadi

BOGORTODAY.COM – Tindakan nekat dilakukan oleh Kepala Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, berinisial GAS, yang menggadaikan ambulans desa untuk melunasi utang pribadinya, pada Selasa (12/11/2024).

Kendaraan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat itu, justru dijadikan jaminan utang sebesar Rp10 juta kepada warga.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Kepala Dusun Kepuh, Suis Hadi, yang mengungkapkan bahwa ambulans desa telah digadaikan oleh GAS selama satu bulan terakhir. Awalnya, kepala desa tersebut menggadaikan sepeda motor milik istrinya.

Namun, karena motor tersebut diambil kembali, warga yang menjadi kreditur meminta jaminan lain untuk utang yang belum terbayar.

BACA JUGA :  Belanda Tampil Superior, Swedia Dibungkam 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

“Karena yang ada hanya mobil ambulans desa, akhirnya warga terpaksa mengambil mobil siaga desa tersebut sebagai jaminan atas utang kepala desa yang belum dibayar,” ujar Suis Hadi pada Selasa (12/11/2024).

Tindakan ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan warga, mengingat ambulans desa seharusnya digunakan untuk kepentingan umum, terutama dalam keadaan darurat.

Kehilangan mobil ambulans yang sangat dibutuhkan tersebut menjadi masalah besar bagi warga Kampung Baru yang mengandalkan kendaraan tersebut untuk keperluan medis.

Ironisnya, ini bukanlah pertama kalinya GAS terlibat dalam tindakan yang merugikan warga. Sebelumnya, motor milik salah satu perangkat desa juga digadaikan oleh kepala desa tersebut, dan hingga kini motor tersebut belum juga dikembalikan.

BACA JUGA :  BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Kapan Suku Bunga KPR Ikut Menyesuaikan?

Kejadian-kejadian ini menambah panjang daftar permasalahan yang ditimbulkan oleh GAS sebagai kepala desa, yang seharusnya menjadi contoh teladan bagi masyarakat.

Saat pihak media mencoba mengonfirmasi langsung mengenai kasus ini, GAS tidak dapat dihubungi dan tidak berada di kantornya. Bahkan, kantor desa terlihat sangat kurang terawat, dan perangkat desa mengaku sudah beberapa bulan terakhir tidak melihat keberadaan kepala desa tersebut.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================