
Meski kehidupan di Kampung Adat Kuta penuh dengan aturan ketat, Anggia merasa bahwa hidup dengan larangan-larangan tersebut tidak menghalanginya untuk berkembang. Bahkan, ia mampu menempuh pendidikan tinggi dan lulus dari universitas.
“Melihat anak-anak lain seperti bebas. Tapi saya tidak terpengaruh dan tahu batasan juga tidak iri sama yang lain,” kata Anggia dengan tegas.
Di Kampung Adat Kuta, kemajuan zaman tidak dihalangi. Meskipun ada beberapa pembatasan, seperti larangan menggunakan semen atau tembok untuk membangun rumah, masyarakat Kampung Adat Kuta tetap mengikuti perkembangan teknologi.
Rumah-rumah di kampung ini tidak dibangun dengan tembok, tetapi dengan bahan alami seperti bambu, kayu, dan ijuk. Desain rumah pun tidak permanen, lebih sering dibangun dengan konstruksi panggung agar tetap sesuai dengan nilai-nilai tradisional yang ada.
Anggia sendiri memiliki cita-cita besar untuk masa depan Kampung Adat Kuta. Ia berharap dapat memajukan kampungnya dengan menjadikannya sebagai desa wisata yang dikenal baik di lokal maupun luar daerah.
“Saya kuliah di Unigal Ciamis, cita-cita saya ke depan ingin memajukan Kampung Adat Kuta menjadi desa wisata yang dikenal baik di lokal maupun luar daerah. Tapi tentunya dengan mempertahankan kearifan lokal yang ada. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kampung Kuta,” ujarnya.
Kearifan Lokal yang Membawa Keberkahan
Bagi masyarakat Kampung Adat Kuta, pantangan-pantangan tersebut bukanlah beban, melainkan sebuah cara hidup yang mendalam nilai-nilai spiritual dan budaya.
Meskipun mungkin sulit dipahami oleh orang luar, mereka percaya bahwa aturan-aturan ini menjaga keharmonisan hidup, membawa kesejahteraan, dan menjaga hubungan mereka dengan alam dan leluhur.
Anggia Gustia adalah contoh dari generasi muda Kampung Adat Kuta yang terus berusaha untuk menyeimbangkan kearifan lokal dengan kemajuan zaman.
Dengan semangat dan pendidikan yang didapatnya, ia bertekad untuk membawa perubahan positif bagi kampungnya, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai adat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Kampung Adat Kuta.
Melalui kisah Anggia, kita bisa melihat bagaimana sebuah komunitas adat, meskipun hidup dengan banyak larangan, dapat berkembang dengan cara yang harmonis antara tradisi dan modernitas.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















