BOGORTODAY.COM – Dua kelompok massa terlibat bentrok di sekitar kawasan industri nikel, Desa Lelilef Sawai, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Minggu (17/11/2024). Peristiwa ini diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras (miras) dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta beberapa orang lainnya terluka akibat sabetan parang.
Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Aditya Kurniawan, mengungkapkan bahwa kerusuhan tersebut bermula dari perselisihan antara dua kelompok yang berujung pada aksi saling serang. Bentrokan yang terjadi di sekitar permukiman warga membuat situasi menjadi mencekam.
“Kerusuhan ini akibat pengaruh miras, salah satu korban meninggal dunia berinisial ATH tertusuk di bagian dada kiri,” jelas AKBP Aditya.
Sejumlah korban lainnya mengalami luka serius akibat sabetan parang dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Polres Halmahera Tengah bersama TNI dan Brimob telah melakukan patroli intensif untuk mencegah bentrokan susulan.
“Anggota kami sudah berada di lokasi untuk membubarkan massa dan menangkap pelaku. Hingga kini, tiga orang telah diamankan, termasuk pelaku penusukan berinisial NVB,” tambah Kapolres.
Saat ini, situasi di Desa Lelilef Sawai dilaporkan sudah mulai kondusif. AKBP Aditya juga menegaskan bahwa isu terkait adanya penyerangan terhadap kelompok tertentu tidak benar.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Bentrok ini menjadi peringatan akan bahaya konsumsi miras yang sering kali memicu konflik sosial. Aparat berjanji akan terus menjaga stabilitas di wilayah tersebut dengan patroli dan langkah-langkah preventif lainnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















