
BOGORTODAY.COM – Air merupakan kebutuhan vital bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Bagi manusia, air digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari seperti konsumsi, mandi, hingga mencuci.
Di Indonesia, sumber air untuk rumah tangga biasanya berasal dari PAM, PDAM, atau sumur bor. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara ketiga jenis sumber air ini? Berikut penjelasannya.
Air PAM adalah air yang disediakan oleh Perusahaan Air Minum, sesuai dengan akronimnya. Menurut buku Kondisi Keberlangsungan Air Tanah di Jakarta, air PAM berasal dari air sungai yang telah melalui proses penjernihan, termasuk penyaringan dan pembunuhan bakteri.
Meski telah diolah, air PAM biasanya mengandung klorin atau kaporit dalam kadar tertentu untuk memastikan air tetap higienis selama distribusi. Selain itu, terkadang ditemukan jejak logam tembaga (Cu) akibat proses pengolahan menggunakan bahan seperti tawas.
PDAM merupakan singkatan dari Perusahaan Daerah Air Minum. PDAM dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan tanggung jawab menyediakan air bersih bagi masyarakat di wilayah tertentu.
Air PDAM sering kali berasal dari air permukaan tanah yang diolah melalui instalasi penjernihan sebelum didistribusikan. Namun, kualitas air PDAM bisa berbeda-beda di setiap daerah, tergantung pada metode pengolahan yang digunakan oleh pemerintah setempat.
Menurut jurnal Monitoring dan Evaluasi Kualitas Air Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kelayakan air PDAM dilihat dari nilai parameter kualitas yang harus memenuhi standar baku mutu air minum yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Jika nilai parameter melebihi baku mutu, air tersebut tidak layak untuk diminum.
Air Sumur Bor
Air sumur bor berasal dari air tanah yang diambil melalui pengeboran. Seperti dijelaskan dalam buku Model Pengolahan Air Bersih dan Sanitasi pada Permukiman Tepi Danau di Sumatra, air tanah biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan air permukaan, karena cenderung tidak terpapar polusi secara langsung.
Sumur bor dibuat secara perseorangan dengan kedalaman tertentu, biasanya sekitar 20 meter atau lebih. Air tanah dari sumur bor dapat digunakan langsung, tetapi tidak selalu bebas dari risiko kontaminasi, misalnya akibat banjir, limpasan pertanian, atau septiktank di sekitarnya.
Perbedaan Utama PAM, PDAM, dan Sumur Bor
- Proses Pengelolaan
- Air PAM: Diolah oleh perusahaan air minum dengan penyaringan dan penambahan zat untuk penjernihan.
- Air PDAM: Dikelola pemerintah daerah melalui sistem distribusi lokal.
- Air Sumur Bor: Diambil langsung dari sumber air tanah, sering tanpa proses pengolahan tambahan.
- Kualitas Air
- Air PAM: Biasanya standar, namun sering mengandung kaporit atau zat tambahan lainnya.
- Air PDAM: Kualitasnya bervariasi tergantung metode pengolahan dan sumber air.
- Air Sumur Bor: Cenderung lebih alami, tetapi rentan terkontaminasi jika tidak dikelola dengan baik.
- Sumber Air
- Air PAM dan PDAM: Berasal dari air permukaan seperti sungai atau danau.
- Air Sumur Bor: Berasal dari lapisan air tanah yang lebih dalam.
Mana yang Lebih Baik?
Setiap sumber air memiliki kelebihan dan kekurangannya. Air PAM dan PDAM umumnya sudah melalui proses pengolahan sehingga aman untuk digunakan, namun kualitasnya bisa dipengaruhi oleh metode pengolahan dan distribusi.
Air sumur bor bisa menjadi pilihan jika kualitas air tanah di daerah tersebut baik dan tidak terkontaminasi.
Untuk memastikan kualitas air, baik dari PAM, PDAM, maupun sumur bor, disarankan melakukan uji kelayakan secara berkala. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan memastikan sumber air yang digunakan sesuai standar kebersihan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














