Kejadian Petir Sambaran di Jawa Barat Berulang, Ini Dia Cara Menghindari Petir

Ilustrasi petir

BOGORTODAY.COM – Kejadian sambaran petir yang menewaskan korban kembali terjadi di Jawa Barat. Pada Minggu (17/11/2024) petang, empat orang warga Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, tersambar petir saat sedang berteduh di sebuah gubuk di tengah sawah.

Hujan deras disertai petir melanda wilayah tersebut, dan meskipun tidak ada korban jiwa lainnya, satu orang, Mahrum (64), dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara tiga korban lainnya mengalami shock, yakni Jana Sujana (35), Faraz Farizal (20), dan Sahidin (58).

Peristiwa ini terjadi di Kampung Cikembang, Desa Wargakerta, saat keempat warga tersebut berteduh di gubuk sawah. Petir yang menyambar mengakibatkan korban langsung terjatuh dan mengalami luka-luka, dengan Mahrum yang tidak berhasil selamat

Kejadian serupa juga menimpa seorang remaja berusia 16 tahun di Garut sepekan sebelumnya, di mana Rapi, seorang remaja asal Kampung Ciloa, Desa Banjarsari, tersambar petir saat bermain di pematang sawah.

Petir adalah fenomena alam yang sangat berbahaya bagi manusia, terutama saat berada di tempat terbuka seperti sawah. Para petani atau orang yang bekerja di luar ruangan rentan menjadi korban sambaran petir.

BACA JUGA :  Dada vs Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Petir umumnya mencari titik yang lebih tinggi atau yang memiliki konduktivitas lebih baik, seperti orang yang berada di tempat terbuka tanpa perlindungan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengingatkan bahwa petir memiliki tanda-tanda tertentu sebelum datang.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai adalah langit yang mendadak gelap, datangnya angin kencang, dan munculnya awan gelap yang menjulang tinggi serta berwarna abu-abu.

Cara Menghindari Sambaran Petir di Tempat Terbuka

Jika terpaksa berada di tempat terbuka seperti sawah saat cuaca buruk, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersambar petir.

Berdasarkan brosur ‘Waspada Petir’ yang dirilis BPBD Bali, berikut adalah cara untuk menghindari petir di tempat terbuka:

  1. Jangan Berdiri atau Berlari di Tempat Terbuka – Hindari area terbuka seperti sawah, lapangan, atau taman. Petir biasanya mencari titik tertinggi untuk melepaskan energinya, dan jika berada di tempat terbuka, risiko tersambar petir menjadi lebih besar.
  2. Jongkok dengan Merapatkan Kedua Kaki – Jika terlanjur berada di sawah atau area terbuka, segera jongkok dengan merapatkan kedua kaki. Posisi ini mengurangi kemungkinan petir mengalir ke tubuh. Jangan berdiri dengan kaki terbuka karena petir bisa meloncat ke tubuh melalui kedua kaki yang terpisah.
  3. Segera Turun dari Area Tinggi – Jika berada di tempat yang lebih tinggi, segera turunkan posisi tubuh. Hindari berlindung di bawah pohon karena pohon bisa menjadi tempat petir menyambar.
  4. Tidak Berada di Kolam RenangPetir dapat menyambar tubuh melalui air, jadi sebaiknya hindari berada di dalam kolam renang ketika hujan disertai petir.
BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Petir yang menyambar memang tidak dapat diprediksi, namun dengan mengetahui tanda-tanda kedatangannya dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita bisa meminimalisir risiko menjadi korban.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya dan Garut, kecelakaan akibat petir dapat merenggut nyawa, namun dengan kewaspadaan, kejadian serupa bisa dihindari. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================