Sepanjang 2024, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Akibat DBD di Indonesia

Astrid menyatakan bahwa meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, termasuk program 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, kasus DBD masih terus tinggi.

“Kita belum berhasil menangani DBD, kematian juga masih cukup tinggi dan penularan juga cukup tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, penanggulangan DBD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga medis, namun seluruh lapisan masyarakat juga harus aktif dalam upaya pencegahan.

BACA JUGA :  Belanda Tampil Superior, Swedia Dibungkam 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

DBD: Masalah Kesehatan Sepanjang Tahun

Astrid mengingatkan bahwa DBD bukanlah penyakit musiman yang hanya menyerang pada musim hujan, melainkan dapat terjadi sepanjang tahun.

DBD bukan datang hanya saat hujan, tapi setiap hari ada. Jadi pencegahan harus dilakukan setiap hari oleh setiap orang,” tegasnya.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan berperan aktif dalam membasmi nyamuk pembawa virus Dengue.

BACA JUGA :  Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Ratusan Warga Desa Parakan Muncang Terdampak

Peningkatan kasus DBD di Indonesia menunjukkan pentingnya upaya pencegahan yang lebih intensif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Astrid berharap agar penanggulangan DBD dapat lebih efektif di masa depan, demi menurunkan angka kematian dan penularan yang terus meningkat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================