
“Banjir datang tiba-tiba, langsung menerjang makam dan rumah warga. Ada puluhan rumah yang terdampak,” jelas Mahfud.
Sebelumnya, pada 30 November 2024, dilaporkan bahwa sembilan desa di Kabupaten Blitar terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto, mengatakan bahwa hujan deras sepanjang hari menyebabkan sejumlah bencana di enam kecamatan. “Bencana terjadi pada sekitar pukul 19.00 WIB, melibatkan sembilan desa, termasuk Desa Birowo,” katanya.
Selain kerusakan pada TPU, banjir juga merendam sekitar 21 rumah warga di Desa Birowo, serta beberapa musala, masjid, dan fasilitas umum lainnya. Di Kecamatan Wates, beberapa jembatan juga rusak akibat bencana ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.
“Kami terus berupaya untuk membantu warga yang terdampak dan memastikan tidak ada lagi ancaman bahaya,” tambah Ivong.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














