
“Jika ada satu aplikasi yang rutin dipakai oleh seorang pengguna dan aplikasi tersebut tidak ada di HarmonyOS Next, besar kemungkinan mereka tidak akan membeli perangkat Next,” ujar Bishop.
Selain itu, pengguna HarmonyOS Next yang sering bepergian ke luar negeri akan menghadapi tantangan besar karena mayoritas aplikasi yang mereka gunakan mungkin tidak tersedia di platform baru ini.
Saat ini, ekosistem HarmonyOS Next sudah memiliki lebih dari 15 ribu aplikasi dan layanan yang dapat digunakan. Namun, Huawei berharap untuk lebih mengembangkan sistem operasi ini agar lebih matang dalam waktu 6 hingga 12 bulan ke depan.
Rotating Chairman Huawei, Eric Xu, berharap bahwa pada saat itu HarmonyOS Next akan memiliki lebih dari 100 ribu aplikasi, yang akan membuatnya semakin kompetitif dengan Android dan iOS di pasar global.
Keputusan Huawei untuk sepenuhnya meninggalkan Android dan beralih ke HarmonyOS Next tentu saja merupakan langkah berani. Namun, tantangan besar dalam ketersediaan aplikasi yang terbatas dan adopsi pasar menjadi hambatan utama yang harus dihadapi.
Huawei kini perlu berfokus pada upaya untuk menarik pengembang agar mulai merancang aplikasi untuk sistem operasi baru mereka, serta memastikan bahwa ekosistem HarmonyOS Next bisa berkembang dengan pesat dalam waktu singkat.
Meski tantangan tersebut cukup besar, Huawei tetap optimistis bahwa dengan dukungan dari pengembang dan kerja keras untuk memperluas ekosistem aplikasi, HarmonyOS Next dapat menjadi sistem operasi yang mampu bersaing dengan Android dan iOS di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















