MENJADI GURU YANG KAYA HATI

Heru B Setyawan
Heru B Setyawan

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

TULISAN saya sebelumnya yang berjudul “Kesejahteraan Guru Honorer Yang Belum Bersertifikasi” (Bogor Today, 2/12/24) menyebutkan masih ada guru yang belum sejahtera, yaitu guru yang belum bersertifikasi.

Jenis guru ini adalah guru honorer baik di sekolah negeri (meski sudah dilarang, tapi kadang masih ada) atau di sekolah swasta, juga bisa guru tetap di sekolah swasta tapi gajinya masih di bawah Upah Minimun Regional (UMR) dan guru ngaji yang ada di masyarakat. Sungguh menyedihkan,  guru jenis ini ada yang gajinya hanya 300 ribu sebulan.

BACA JUGA :  Suplemen Rambut, Kulit, dan Kuku: Manfaat vs Risiko yang Perlu Diketahui

Tapi jangan kawatir dan bersedih hati untuk saudara kita yang termasuk guru ini, karena rejeki itu tidak berasal dari gaji guru saja yang kita terima tiap bulan. Tapi sehat walafiat, keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah (Samara), saudara yang baik, tetangga yang baik, teman yang baik, pimpinan yang baik, lingkungan yang baik, ketaatan kita itu semua adalah rejeki.

BACA JUGA :  Ketua PWI Kabupten Bogor Apresisi Langkah Konkret Wartawan Bedah Rumah

Memang tidak mungkin jika memakai matematika manusia dengan gaji 300 ribu kita bisa hidup, tapi ini tidak berlaku, jika kita memakai matematikanya Tuhan Yang Maha Kuasa (YMK). Terbukti kan gaji guru yang hanya 300 ribu sebulan, bisa hidup sampai sekarang atas kuasa dan takdir dari Tuhan YMK.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================