
Ya semua rejeki itu berasal dari Tuhan YMK, yaitu bisa lewat bos, bapak, ibu, anak, menantu, saudara, teman, tetangga, bahkan lewat orang yang tidak kita kenal sebelumnya. Atau rejeki yang tidak diduga-duga sebelumnya. Kata ulama kondang Aa Gym, rejeki itu tidak akan tertukar. Dan jika kita masih hidup, pasti ada saja rejekinya, orang wafat itu karena jatah rejekinya sudah habis.
Bukankah manusia itu sudah ditentukan oleh Tuhan YMK tentang lahir, mati, rejeki dan jodohnya. Disamping juga manusia untuk berusaha dan berdoa, agar Tuhan YMK merubah nasib kita. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11, yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”
Dengan pemahaman seperti ini, maka dengan kaya hati insyaAllah kita menjadi guru yang kaya hati. Dengan kaya hati insyaAllah, maka hidup jadi bahagia dan tenang, sementara dengan kaya harta, belum tentu bahagia dan tenang. Bukankah banyak orang kaya tapi
Pada hadist ini mengungkapkan bahwa orang yang paling kaya adalah orang yang selalu merasa cukup (qanaah) terhadap apapun yang telah ia dapatkan atas pemberian dari Allah SWT. ”Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah SWT untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.” (HR Turmudzi). Ayo tetap bangga dan semangat menjadi seorang guru yang kaya hati. Jayalah Indonesiaku.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















